Selesai acara semalam di Sabilambo saatnya balik ke Raterate, dengan
penuh perjuangan melewati jalanan berkelok-kelok itu biasanya saya pasti
tumbang mabok semabok maboknya. Untuk menyiasati semua itu maka iparku
(sebut saja Panet hehehhe) ngajak kami buat ngebolang alhasil perjalanan
yang biasa ditempuh dari Kolaka ke Raterate cuma sejam sekarang berubah
jadi tiga jam hahahahahaa.
Ini nih kegilaan Adikku Waty dan Iparku Irwan mau cari cempedak di pinggir jalan abis iparku penasaran dengan buah itu katanya terakhir makan cempedak pada masa penjajahan Belanda hahahhaaa eehhh malah mendapatkan buah mea-mea (penyebutan dalam bahasa Tolaki kalo bahasa moderennya rasberry kali yaaa *maksa* xixixixii) yang biasa tumbuh di hutan rasanya manis asam-asam.
Kalo yang ini gak tau namanya buah apa tumbuhnya di hutan juga bentuknya kayak landak ato rambutan versi gedenya isinya biji-biji kecil rasanya manis tapi agak lengket.
Naahhh yang ini di puncak Lalolae sudah dekat rumah kakakku Nouma, udah setengah jalan dari Kolaka ke Raterate. Sudah sekian abad lalu-lalang di jalan ini tapi baru kali ini mampir ke puncak *payah -__-*. Hawanya sejuk adem dingin *yaa iyaalah pohon semua* tapi lumayan pegal juga mencapai puncaknya.

















