Yeeeaaayyyyyy Singapore I'm coming...
Keluar dari bandara Changi harus naik MRT ke Tanah Merah, naik taksi juga bisa tapi pasti mahal. Dimana-mana ada petunjuk jalan kok plus peta pula gak bakalan nyasar (padahal nyasar juga >,<). Berdasarkan informasi dari dunia maya di daerah bugis banyak hostel, karena modal nekat buat cari hostel pas tiba di Singapore walhasil pake nyasar serasa mau nangis huks huks huks T,T cari hostel saja sampe 5 jam lamanya, jadi mending booking hostel jauh-jauh hari sebelum ke sana tapi tetap harus pake kartu kredit yaa ^^
Naik MRTnya sangat tertib tidak pake senggol kanan senggol kiri dorong sana-sini, jadi penumpang yang mau turun didahulukan sementara yang mau masuk harus berdiri digaris yang bertanda panah merah itu aaahhh benar-benar taat aturan. Tak usah khawatir kalau ketinggalan MRT karena 3-8 menit kemudian MRTnya ada lagi.
Dalam MRT semua sibuk dengan gadget masing-masing (aiisshh masa sibuk dengan gadget orang lain kekekee)
Untuk pertama kali liat penampakan kota Singapore di daerah bugis. Berhubung kami mulai kelaparan, kamipun memutuskan untuk makan di KFC tapi nasi KFC disana tidak sama dengan nasi di Indonesia, rasanya tidak cocok dilidahku kalau mau makan mending cari tempat makan Indonesia atau Malaysia.
Setelah mencari selama 5 jam akhirnya ketemu juga dengan ABC Hostel, kirain ABC hostel cuma ada di daerah bugis ternyata di daerah Lavender juga ada tepatnya di Hamilton road. Aahh pegawainya bisa pake bahasa Indonesia (tertolong lagi hihihihii).
Kamar dormitori atau asrama untuk laki-laki dan perempuan. Ada tempat tidur untuk dua orang ada juga untuk satu orang, biaya nginap satu tempat tidur untuk dua orang selama 4 hari 3 malam sebesar SGD 110 jadi semalamnya sekitar SGD 36 atau Rp 355.000. Kamarnya lumayan nyaman pake AC dan ada CCTV. Kamarnya kosong terus tamu sudah keluar kamar untuk menjelajahi Singapore dari pagi hingga malam hari paling cuma numpang tidur saja.
Kamar yang kami tempati berada di lantai 3, kamar mandi umum ada 2 dan toilet juga 2. Fasilitas hostel yang lain adalah Wifi ada juga dua komputer yang disediakan, berhubung untuk mendapatkan Sim Card di kota ini tidak semudah membalikkan krebi petti jadi Wifi di hostel sangat membantu untuk menghubungi keluarga di tanah air tercinta (huaallahh).
Dapur ABC Hostel. Tamu menyediakan sarapan sendiri dan jangan lupa setelah sarapan cuci piring masing-masing yaa ^^
Aahhaaa yang ini kadang terlupakan, sepele sih tapi bisa mengganggu para pejalan kaki yang lain. Saat menggunakan eskalator sebelah kiri untuk para pejalan kaki yang ingin berdiri santai sementara di sebelah kanan itu jalur cepat. Jadi jangan heran kalau berdiri sebelah kanan trus ada yang negur "excuse me" ^_^
Jembatan penyebrangannya keren ^^
Jembatan penyebrangannya benar-benar untuk para pejalan kaki sangat nyaman.