Rabu, 05 September 2012

Jelang Idul Fitri 1433 H

Ramadan 1433 H hampir selesai, selain menyiapkan diri untuk kembali fitri tak lupa pula menyediakan makanan untuk para tamu dalam menyambut Idul Fitri. Hal ini tidak lepas dari menjalin dan mempererat silaturahmi. Seperti halnya di keluargaku tiap tahun wajib menyediakan makanan khas Idul Fitri yaitu ketupat, buras dan lapa-lapa. Kalo ketupat dan buras sudah tak asing lagi didengar tapi kalo lapa-lapa hmmmm sebagian orang mungkin belum familiar dengan makanan ini. Umumnya orang sulawesi pasti sudah mengenal makanan ini. Lapa-lapa terbuat dari beras ketan hitam yang dimasak bersama santan kemudian dibungkus dengan daun kelapa lalu diikat pake tali rafia dan dimasak lagi.

Ini diaa moment yang sempat saya abadikan menjelang idul fitri....

Sepupu-sepupu saya lagi bungkus buras nelz, natz and nar (biasa kami panggil naruto hehee). Ehhh ada si meong ikut eksis juga (padahal penjaganya si siti wkwkkwkwk...)

Tanteku lagi goreng ayam...semangat yaaa aunty...

Adik dan Kakakku, Indra dan Faizal (biasa dipanggil idex ato bavin) ini dia si bungsu dan si sulung paling kompak kalo urusan ayam. Ini lagi siap-siap mau nyembelih ayam hehehehee...

Sepupuku (nels) dan Adikku (wati), lagi berjibaku di wastafel mengurangi cucian piring yang menggunung.

Natz dan My Mom lagi bikin ketupat.

Naahh ini dia anak dan ibu yang paling kompak, ponakanku (vina) dan mamanya lagi bikin kue bolu. Seperti biasa mamanya sang ahli kue bolu.

Ini diaaa daun lapa-lapa dan ketupat masih kondisi kosong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar