Jumat, 07 Februari 2014

The Real Holiday : Missing My Room Mate T.T

Day 1 part 2, 11 Januari 2014 :
Jakarta, I'm here now woouuooooo (teriak ala tarzan yang baru ngeliat Jakarta x_x). Sejenak melupakan keberangkatanku besok pagi ke Singapore dan masih menikmati hiruk pikuk Jakarta yang sangat padat dan suasana yang berbeda.
Aaahhhh this is it Jakarta (udah ahh wawa udiknya), karena keasyikan mutar-mutar dari siang sampe malam bersama guide Feby (ceritanya nanti tersendiri hehehehee), ada satu hal yang terlupakan kami belum punya uang dollar Singapore tiba-tiba kepanikan melanda.. hadoohhh Money Changer..Money Changer dimanakah gerangan dirimu udah malam ini emang masih ada Money Changer yang buka? dengan penuh kepasrahan kamipun memutuskan untuk nukarnya dibandara saja (yang benar saja dibandara..pagi buta..sudahlah benar-benar pasrah).
Semakin malam hujanpun semakin deras dan kamipun mulai kelaparan, diajaklah saya ke Sarinah salah satu Mall di seputaran sana. Pas masuk yang saya liat adalah Money Changer bahagiannya diriku (mata berbinar-binar)

 Money Changer di Sarinah

Saat penukaran emang Rupiah lagi melemah jadi dapatnya SGD 1 = Rp 9.690 (pengen nangis mahal banget)

Tukar Rp 2.500.000,- dapatnya SGD 260. Sejenak berfikir apakah saya sanggup hidup di Singapore 4 hari 3 malam dengan uang segitu?? karena perjalanan kali ini ala backpacker pasti cukup huahahahahaa (pede tingkat dewa)

Day 2, 12 Januari 2014 :
Jam 2.30 pagi, mata masih 1/4 yang terbuka nyawa belum terkumpul penuh, sudah mendengar Feby krasak-krusuk siap-siap ke bandara. Dalam kondisi yang meriang demam tak berdaya karena semalaman kehujanan room mateku ini tergopoh-gopoh kebandara (huahahahhaa udah kayak nenek-nenek, hwaiting Febooonnnggg....)
Tiba di terminal 3 bandara Sutta jam 3.30 pagi berhubung penerbangan kami ke Singapore berbeda, saya naik Tiger Air sementara Feby naik Mandala dan yang membuatku galau adalah ketika melihat jadwal penerbangan di depan pintu masuk yang ada cuma penerbangan Feby, penerbanganku dimana??? (mulai panik) kata Feby tenang dulu kita tanya di Konter Cek innya. Pas nanya si Mba nya bilang "ooo..yang ini di terminal 2". Terminal 2 dimana itu?? makin panik karena akan terpisah dengan Feby.
Sembari menunggu Shuttle busnya datang (tumpangan gratis antar terminal) kamipun sarapan dulu ini mah sahur bukan sarapan. Setelah menunggu hampir sejam tibalah Shuttel busnya dengan meminta Feby untuk menemaniku ke terminal 2 tapi dia cuma nemenin sampai saya turun dari Shuttle bus lalu dia kembali ke terminal 3.

Ayoo wawa kamu pasti bisa menaklukkan terminal 2 yang sangat luas ini (rasa-rasanya ingin nangis melihat Feby meninggalkanku ditempat yang asing ini T,T). Melihat jadwal penerbangan..horee penerbanganku ada di konter cek in 106, mari kita masuk dan mencari konter 106. Jiaaahhhh yang benar saja pas masuk berhadapan dengan konter 4, berarti aku harus berjalan sampai ke ujung (OMG saya butuh sepeda untuk menjangkau konter 106 itu). setelah nyasar beberapa kali akhirnya kutemukan juga konter itu, mulai antri buat cek in.
Pas Cek In ditanyakan berapa hari disana? mereka juga meminta untuk menunjukan tiket pulangnya (takut jadi TKI ilegal disana). Oke cek in beres trus disuruh ke imigrasi, woowww antriannya panjaanng.. didepanku ada dua cewek backpacker juga yang mau ke Singapore yang kebetulan sepesawat denganku (bahagiannya diriku punya teman jalan sampe ke Singapore huuuuuuu~~~).

Berdasarkan tulisan para suhu backpacker biasanya di imigrasi ditanya juga, okehh jawabanku sudah siap... eehh pas di imigrasi cuma diliatin aja wajahku yang penuh pengharapan ini mau dicocokan dengan yang di passport, di cap, udah beres tanpa pertanyaan satupun (ngantuk kali yaa bapak-bapak yang di imigrasi itu). Di imigrasi lolos selanjutnya masuk ruang tunggu, menunggu bentar saatnya masuk pesawat.

 Aaahhh ini dia teman backpackerku yang ketemu di imigrasi tadi kalo gak salah namanya Eka sama Kiki.

Suasana dalam pesawat Tiger Air sebelum take off. Karena ini maskapai Malaysia apa Singapore yaa jadi bahasa yang dipakai itu English sama Melayu, instruksinya unik. Penerbangan Jakarta - Singapore akan ditempuh sekitar 1 jam 30 menit, lebih cepatlah daripada Makassar - Jakarta.
Oo iya dalam pesawat dibagikan formulir yang akan kita isi dan diserahkan ke pikah imigrasi Singapore, kebetulan pas dibagikan saya lagi di alam mimpi (ZzzzzzZzzz tidur pulas), tapi jangan khawatir nanti di bandara Changi ada juga kok formulir itu ^^

Si abang pramugaranya sudah mengumumkan sebentar lagi kita akan mendarat di bandara Changi Singapore (dengan bahasa melayunya serasa dengar upin ipin lagi ngomong). Aaaaaa~~~ keberuntunganku dapat kursi dekat jendela bisa menikmati pemandangan kota Singapore, suka pemandangan dari atas banyak kapal-kapal yang seperti lagi antri mau bersandar ke pelabuhan. Dari atas diliat bangunannya kotak-kotak semua ^^


Woooaaa itu tulisannya beneran Changi yaa.. ini beneran di Singapore wwuuuaaaaa girang kalang kabut pengen jungkir balik.

 Alhamdulillah... Mendarat dengan sempurna di Bandara Changi Singapore ~~^.^~~

Garbaratanya saja sudah keren ada warna ungunya (warna favoritku). Tiba-tiba teringat Feby bagaimana cara kami bertemu? kesepakatan bersama kalo keluar dari pesawat cari ruang yang luas dan berdiri sendiri pasti keliatan. Okkee mari kita buktikan...

Tiba di Terminal 2 Changi, Taadddaaaa menengok ke kiri... Yaa ampyyuunnn nih bandara luas buanggeeetttt, ottookkeee T.T

Menengok ke kanan wwuuuuaaaahhh makin luas seperti tak berujung. Ke toilet bentar udah kebelet sembari cari wangsit, lagi ngantri tiba-tiba bunyi SMS masuk dari Telkomsel katanya aktifin roaming ato apalah, ahhaaaa baru teringat ternyata Telkomsel bekerja sama dengan salah satu operator di Singapore yang namanya Singtel, secercah harapan untuk menghubungi Feby.

Aaiiyyaa paling penasaran dengan benda ini katanya bisa dijumpai di seputaran bandara, kalo backpacker sejati pasti sudah menyiapkan botol kosong buat ngisi air minum disini. Pencarian akan keberadaan room mateku pun berlanjut di kisah selanjutnya. To be continued...^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar